Wednesday, July 13, 2016

'Kebodohan' Yamaha Mengacuhkan Blogger



Menurut Admin MCI, Kian hari pergerakan Yamaha makin mengarah ke lubang kuburannya sendiri. Nggak cuma sudah kehabisan akal di kelas skutik dibawah 20 jutaan (yang penjualannya terbesar di Indonesia), Yamaha sekarang juga sedang dilanda krisis di kelas motor sport seperti V-ixion, R15, sampai R25 yang makin menurun. Yang sukses cuma NMAX, Itupun karena belum ada lawan di kelas dan harga yang sama. Yang lebih parah lagi, Kini mereka terkesan 'menjauhi' Blogger mulai dari yang senior, yang sedang berkembang, hingga yang tenar sesaat.


Apa sih hebatnya Blogger?





Dalam perkembangan sepeda motor Indonesia, Dunia maya juga punya andil besar. Ada 3 peran yang berjasa besar dibalik dunia maya tadi: Media online, Blogger dan Komentator. Saya nggak anggap situs resmi itu bukan salah satu bagiannya. Soalnya percayalah, yang bakal ditemui hanya loading berat, kata-kata promosi lebay dan bahkan beberapa website pabrikan kenamaan sama sekali tak mencantumkan harga motor ataupun sparepartnya. Sumpah, sampah banget!

Selain media online yang punya sumber daya berlimpah, Sekarang ini blogger juga sedang happening. Kenapa bisa happening? Ya jelas lah, Mereka bebas menumpahkan opininya tentang suatu produk, mau pake bahasa planet kek, mau bahas kekurangan blak-blakan kek, mau dikritik sampai nggak laku kek, bebas! Yang penting jelas dan ada dasar-dasarnya. Berbeda 180° dengan media online yang jauh lebih kaku dan terkesan bayaran banget deh artikelnya. Ya iyalah, Kebanyakan bahasannya cuma yang bagus-bagusnya doang, Emang dikira semua konsumen Indonesia ini bodoh banget gitu? Belajar sama majalah otomotif british dulu deh!



Jadi nggak heran, sekarang blogger makin banyak digemari oleh pembaca dan pecinta otomotif roda2 yang sering surfing di dunia maya. Karena bukan cuma review dan pembahasan produknya yang menarik, Tapi kadang info motor barunya juga lebih cepat update dibanding media online. Jadi kalau ada blogger yang reviewnya cuma setengah-setengah, bahas bagusnya doang, atau sekedar jas-jos-jas-jos, Itu namanya blogger yang menyamar jadi media. Sampah, Jangan dibaca! Admin MCI yakin anda-anda sekalian yang baca tulisan ini sudah cukup pintar untuk membedakan mana blogger tulen dan mana yang sedang dalam kedok penyamaran.



Blogger dan Kebodohan Yamaha




Saat konsumen sudah mulai melek akan dunia maya, Yamaha (justru) menjauhkan dirinya dengan blogger. Nggak cuma satu, Bahkan sampai banyak blogger kenamaan yang kini sudah tak lagi diberikan kesempatan menjajal produk baru. Mereka lebih mempecayakan produknya direview oleh blogger yang (konon) dididik Yamaha sendiri via jalur akademi, race, pengembangan potensi, or whatever bullshit that they mean. Ampuh? Sama sekali kagak!

Sedihnya, Blogger yang terbukti punya ulasan terpercaya dan target pembaca sampai puluhan (atau bahkan ratusan) ribu visitor perharinya justru ikutan dijauhi. Akhirnya, disinilah hukum kausalitas terjadi. Akibatnya kini pemberitaan tentang Yamaha makin sedikit. Jangankan soal review motor baru, Ulasan produk pun makin seadanya, makin tak berbobot, Karena blogger tersebut sudah terlanjur kesal dan makan hati dengan sikap Yamaha. Sekali lagi saya tegaskan: Jangan salahkan blogger!



Kesempatan ini diambil alih oleh brand competitor (sebut aja Honda deh) yang seakan makin 'memanjakan' blogger. Undangan review produk baru, jalan-jalan eh maksudnya liputan, sampai acara khusus pun dibuatkan untuk mereka. Meskipun sebenarnya buat blogger tulen, 2 yang disebutkan terakhir itu nggak penting-penting banget. Beneran! Yang penting itu dapet jatah review produk baru, dan ganti uang bensin (pastinya) buat dibahas ke pembaca itu sudah lebih dari cukup. Ya, Kecuali untuk beberapa blogger yang sifatnya 'penjilat', Nggak harus saya sebutkan juga anda sudah tau mana blogger (abal-abal) yang saya maksud.

Dengan keadaan yang seperti ini, Dimana Yamaha sekarang cuma mengandalkan media online dan beberapa blogger 'didikan'nya yang sama sekali tak punya target pembaca, sementara Honda menguasai 2 kubu besar sekaligus: Media online & blogger, Pertanyaannya bukan: Apa yang akan terjadi kedepannya? Tapi begini nih: Kapan Yamaha bakal kolaps?